Kamis, 13 April 2023

Kelompok Kerajinan BambuAnda

Memanfaatkan banyaknya tanaman bambu dan keahlian mengrajin anyaman bambu warga desa di kecamatan Jiput Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten membentuk kelompok kerajinan anyaman bambu. Kelompo kerajinan anyaman bambu bernama "BambuAnda" sekaligus brand anyaman bambu yang dibuat dan dipasarkan. Lokasi kegiatan ini berada di kampung Cisaat Desa Banyuresmi Kecamatan Jiput Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten.
Tanaman bambu banyak tumbuh di lahan warga dan sebagian besarnya kurang terawat dikarenakan rendahnya nilai ekonomi dari pohon bambu. Namun tanaman bambu juga banyak dimanfaatkan untuk kepentingan pertanian ataupun kontruksi. Sedangkan secara turun temurun sebagian warga desa telah terbiasa mengrajin anyaman bambu untuk kebutuhan dapur seperti tampah dan kipas. Meskipun juga biasanya ada permintaan dari konsumen namun harganya relatif murah dan tak sebanding dengan proses pengerjaannya. Oleh karena itu dibutuhkan suatu terobosan agar terjadi peningkatan bagi para pengrajin.
*Team Pengrajin BambuAnda
Kelompok kerajinan anyaman bambu "BambuAnda" berdiri pada tahun 2021 yang bertujuan untuk memudahkan para pengrajin anyaman bambu di kabupaten Pandeglang dalam memasarkan produk yang telah dibuat sekaligus mengorganisir para pengrajin agar bisa berkembang secara bersama-sama. Berdirinya kelompok ini berkat kegiatan yang diselenggarakan oleh The RIF (Responsive Innovation Fund) NSLIC/NSELRED Project dan pemerintahan kabupaten Pandeglang.
Para pengrajin anyaman bambu diberikan wawasan baru mengenai teknik menganyam, jenis produk, pemasaran dan wawasan lainnya yang sangat bermanfaat. Selain itu kelompok ini juga berkesempatan mempromosikan produk yang dibuat melalui berbagai event pameran.
Berkat kegiatan tersebut di atas kini kelompok "BambuAnda" memiliki produk anyaman bambu yang bukan hanya untuk peralatan dapur dan bersifat tradisional namun kini memiliki produk fashionable seperti tas shopping, keranjang, lampion, topi, dan anyaman lainnya yang menarik untuk memenuhi permintaaan pasar.
Harapan besar kedepannya kelompok kerajinan anyaman bambu ini bisa terus berkembang dan menjadi wadah bagi para pengrajin di kabupaten Pandeglang provinsi Banten untuk memasarkan produk dan meningkatkan wawasan mengenai Anyaman bambu sekaligus menjadi sentral untuk meningkatkan skill mengrajin bambu. Melalui kelompok ini diharapkan bisa meningkatkan produktivitas kerajinan anggota dan meningkatnya penghasilan melalui produk yang dibuat. Karena jika melihat pendapatan melalui kerajinan anyaman bambu secara tradisional masih jauh dari kata kayak.
Kerajinan yang dibuat dipasarkan melalui berbagai platform baik media sosial, toko online ataupun secara langsung, baik satuan ataupun dalam jumlah yang banyak. Kelompok BambuAnda kini terus mengembangkan produk kerajinannya dan melakukan penawaran kemitraan penjualan anyaman bambu baik lokal, nasional maupun mancanegara. Kini BambuAnda telah bermitra dengan konsumen baik perorangan maupun dengan perusahaan, hotel, cafe dan sejenisnya.
Selain fokus pada pengembangan dan penjualan produk anyaman kini BambuAnda juga membuka paket wisata edukasi anyaman bambu yang ditawarkan kepada sekolah yang sedang melakukan atau merencanakan kegiatan prakarya ataupun untuk umum yang ingin mengetahui mengenai berbagai hal tentang kerajinan anyaman ataupun mengenal tentang teknik dasar terkait kerajinan bambu. Bagi teman-teman yang tertarik dengan produk BambuAnda ataupun ingin belajar bersama-sama mengenai kerajinan anyaman bambu baja langsung datang ke workshop BambuAnda dengan menghubungi akun Instagram BambuAnda. BambuAnda juga menjalin kemitraan baik dengan pemerintah, universitas, NGO dan pihak lainnya dalam melakukan pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan bambu.

Jumat, 03 Maret 2023

Anyaman Bambu Banten: Antara Potensi dan Minimnya Minat

Anyaman bambu adalah barang-barang hasil kerajinan tangan yang terbuat dari bambu berbentuk barang pakai seperti caping, peralatan dapur (tampah, besek, kipas dan sejenisnya). Kerajinan anyaman bambu ini banyak dilakukan oleh masyarakat desa sebagian daerah di Indonesia termasuk di provinsi Banten. Hal ini terjadi dikarenakan banyaknya tanaman bambu tumbuh di perkebunan warga terutama di Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang dan Kota Cilegon.
Hasil kerajinan anyaman bambu di Banten yang paling banyak diproduksi dan digunakan yaitu anyaman bambu untuk peralatan dapur yang dalam bahasa sunda Banten disebut Sair, Kalo, Cecepeh, cepon/bobongko, Aseupan, Hihid dan lainnya.
Anyaman bambu untuk peralatan dapur mudah didapatkan karena banyak dijual di pasar-pasar rakyat bahkan banyak juga yang menjajakan hasil kerajinan anyaman bambu dijual secara keliling dari kampung ke kampung dengan cara dipikul.
Meskipun produsen anyaman bambu di provinsi Banten terbatas pada beberapa titik seperti di kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang dengan jumlah yang relatif sedikit karena nyatanya di pasaran masih banyak kerajinan anyaman bambu yang berasal dari Bogor, Sukabumi dan luar kota lainnya yang dijual di pasar-pasar provinsi Banten.
Fakta di atas merupakan peluang pada satu sisi akan melimpahnya tanaman bambu di Banten dan disisi lainnya masih sedikitnya minat masyarakat untuk mengkaryakan bambu sebagai peluang ekonomi dengan menjadi produsen anyaman bambu yang jenisnya diminati pasar terutama untuk lokal Banten.
Kabar baiknya saat ini terus bermunculan pengrajin maupun kelompok kerajinan anyaman bambu di Banten yang memproduksi anyaman bambu yang produknya tidak terbatas pada jenis anyaman bambu tradisional (kebutuhan dapur) namun pengrajin di Banten mulai melakukan inovasi dengan memproduksi anyaman bambu seperti lampion, tas belanja, Hamper, Goody Bag, topi dan sejenisnya.
Sekian dulu sharing kita tentang Kerajinan anyaman bambu di provinsi Banten semoga menambah informasi bagi para pembaca.

Salam kreatif!
Terimakasih