Jumat, 03 Desember 2021

Memaknai Arti Dibalik Nama Pandeglang

Penamaan menjadi suatu hal yang sangat penting karena akan membantu dalam interaksi dan komunikasi, sebagaimana penyebutan nama kita sebagai manusia dalam kehidupan sehari-hari sebagai makhluk sosial.

Setiap makluk hidup di jagat raya ini memiliki nama atau penyebutan termasuk penyebutan suatu tempat, penamaan tempat terjadi melalui proses budaya sepanjang kehidupan peradaban manusia. Penamaan tempat biasanya didasarkan pada sejarah awal yang memiliki makna penting dan dipakai oleh orang-orang yang hidup di tempat tersebut.

Sebagaimana nama kota Pandeglang yang dalam beberapa literatur termasuk dalam wikipedia  bahwa nama Pandeglang berasal dari kata “Pandai Gelang” yang artinya orang tukang atau tempat menempa gelang. Pendapat ini terutama melekat dengan legenda "Si Amuk" yang konon kabarnya pada Zaman Kesultanan Banten, di Desa Kadupandak ada seorang tukang Pandai (tukang besi) yang termasyur pada saat itu. 

Makna secara etimologis antara kata Pandeglang yang diambil dari "Pandai Gelang" menjadi menarik untuk dibahas agar menjadi suatu sudut pandang baru bagi kita. Secara etimologi kata Pandai dalam KBBI memiliki makna cakap, mahir dan terampil. Sedangkan Gelang yaitu suatu barang berbentuk lingkaran atau cincin yang biasanya di pakai pada pergelangan tangan. Disisi lain korelasi "Pandai Gelang" di atas berkaitan dengan sejarah "Si Amuk" yang juga menunjukkan bahwa makna dibalik nama Pandeglang adalah tempat yang ditinggali masyarakat yang memiliki kegaitan produktif.

Hal di atas bisa menjadi dasar untuk menjadikan sejarah "Pandai Gelang", sejarah "Si Amuk" dan kegaitan "Masyarakat Produktif" sebagai nilai-nilai yang menjadi dasar filosofis nama Pandeglang. Paling tidak kita bisa memaknai bahwa ada pesan moral dari para pendahulu kita bahwa sejak dahulu masyarakat di Kota Pandeglang adalah masyarakat yang memiliki budaya dan karakter masyarakat produktif.

Meskipun saat ini kegiatan pandai besi bukan kegiatan yang unggulan bagi masyarakat Pandeglang namun setidaknya masih ada kegiatan pandai besi yang membuat kerajinan perkakas seperti golok, pisau dan lainnya di beberapa desa seperti di kecamatan Menes, Cimanggu, Cibaliung dan lainnya.

"Tulisan di atas subjektifitas Pandangan Penulis dalam memaknai di balik nama Pandeglang"
Memaknai Arti Dibalik Nama Pandeglang
Ditulis oleh: Oji Fahruroji

Rabu, 01 Desember 2021

Menjadikan Desa sebagai Pilihan

Setiap orang memiliki kemerdekaan untuk memilih, meskipun sebuah pilihan akan ditentukan oleh berbagai faktor. Termasuk pilihan untuk menentukan dimana, kemana dan bagaimana seseorang menjalani kehidupan. Rasa sukar sempat menghampiri ketika menentukan apakah akan tetap tinggal di desa atau mengikuti jejak para remaja/pemuda untuk mengejar mimpi di kota besar.

Sebagian besar menjadi generasi milenial yang baru menyelesaikan pendidikan atau usia remaja, pilihan meninggalkan kampung halaman dirasa lebih aman karena menurut anggapan sulitnya mendapatkan matapencaharian yang stabil baik secara pendapatan maupun karir termasuk karyawan baik swasta maupun plat merah.
(Kegiatan warga desa yang sedang menganyam bambu, foto oleh penulis)

Tantangan sulitnya mengembangkan diri di desa justru akan berdampak pada perkembangan di desa itu sendiri karena kebanyakan dari generasi milenial seolah-olah hanya menjadikan desa sebagai tempat untuk mereka mudik di sela-sela libur kerja dari kota. Bukan menjadikan kampung halamannya sebagai Medan Juang untuk mereka mengembangkan dan mengembangkan desa dengan potensi yang ada.

Meskipun tidak dipungkiri bahwa butuh keyakinan yang kuat ketika seorang pemuda bisa meniti masa depan yang cerah dengan tetap tinggal di desa. Karena konsekuensi yang harus diterima ketika seorang pemuda bertahan di desa bahwa ia harus berjuang untuk menciptakan masa dan warga desa dengan menggali potensi yang ada di desa yang berbasis pertanian, perikanan, ekonomi kreatif dan potensi lainnya yang masih dibutuhkan proses kreatif yang panjang. Bukan menjadi pekerja di kota yang dijamin karir dan pendapatannya.

Ditulis oleh: Oji Fahruroji

Senin, 29 November 2021

Kita yang Telah Terlahir

Terlahirnya manusia ke dunia merupakan agenda sang pencipta dengan tujuan yang telah dituliskan dalam petunjuknya berupa kitab suci.

Manusia yang terlahir ke dunia memiliki pilihan dalam hidupnya untuk menentukan jalan hidup dan memilih kebenaran yang dipercayainya meskipun disisi lain Allah SWT telah menentukan takdir yang diciptakannya.
Kita sebagai makhluk-nya patut bersyukur karena telah menjalani hidup ini dengan segala nikmat yang diberikan. 

Bentuk syukur dapat diimplementasikan dengan menjalani kehidupan sesuai dengan perintah-perintahnya dan menjauhi segala larangannya, memanfaatkan kesempatan untuk melakukan berbagai kegiatan seperti saling membantu antar sesama, memperbaiki lingkungan dan aktifitas lainnya yang bermanfaat untuk kehidupan semua orang.
Melalui blog ini diharapkan menjadi salah satu kebaikan dengan berbagi melalui tulisan.
(Oji Fahruroji, Belajar & Berbagi Melalui Tulisan)